Jejak Komunikasi Nabi : Tujuh Teladan Abadi Hadapi Era Fragmentasi
Manusia tidak pernah benar-benar berhenti berkomunikasi. Sejak membuka mata di pagi hari hingga kembali memejamkannya pada malam hari, kita terus menyampaikan pesan melalui kata-kata, tulisan, ekspresi, bahkan melalui diam. Namun, di tengah era digital yang ditandai oleh banjir informasi, kebisingan media sosial, polarisasi, dan fragmentasi ruang publik, manusia justru semakin mudah salah paham, saling melukai, dan kehilangan makna komunikasi itu sendiri
Melalui buku Jejak Komunikasi Nabi, Zainal Muttaqin dan Muhammad Afwan Imamul Muttaqin mengajak pembaca menelusuri kembali teladan komunikasi Rasulullah Muhammad SAW yang tetap relevan sepanjang zaman. Berangkat dari hadits-hadits Nabi, kisah para sahabat, teori-teori komunikasi modern, serta refleksi atas berbagai fenomena komunikasi di era fragmentasi media digital, buku ini menghadirkan tujuh teladan abadi: komunikasi yang bermula dari hati, kebijaksanaan berkata baik atau diam, seni mendengarkan dengan empati, pentingnya tabayyun di tengah banjir informasi, kemampuan berbeda tanpa bermusuhan, komunikasi yang menyejukkan dan menggerakkan, serta kesadaran bahwa jejak digital pada akhirnya adalah jejak amal
Ditulis dari dua perspektif yang saling melengkapi, buku ini menghadirkan perpaduan yang khas. Zainal Muttaqin, akademisi dan praktisi komunikasi, mengurai jejak komunikasi Nabi melalui lensa ilmu komunikasi dan relevansinya dengan tantangan dunia digital masa kini. Sementara itu, Muhammad Afwan Imamul Muttaqin, seorang sastrawan, menghadirkan sentuhan reflektif dan bait-bait puisi yang menghidupkan kerinduan kepada Rasulullah SAW di sela-sela setiap perenungan.
Lebih dari sekadar buku tentang keterampilan berkomunikasi, Jejak Komunikasi Nabi adalah sebuah jendela refleksi hati dan oase jiwa di tengah disrupsi. Sebab komunikasi bukan hanya tentang bagaimana kita menyampaikan pesan, melainkan tentang bagaimana kita menghadirkan kebaikan, menebarkan ketenangan, dan meninggalkan jejak kata-kata yang bernilai di hadapan manusia serta menjadi amal di hadapan Allah SWT.
